Langsung ke konten utama
Berawal Dari Tatap
Saat pertama pandangku tertuju padamu
Saat jemarimu bermain begitu lincah
Menari melintasi keempat senar
Alunan biola terdengar begitu merdu
Aku membeku beberapa saat
Memandangmu
Dalam diam tanpa kau sadari
Tapi saat itu pula aku tersadar
Kau
Memikat hatiku yang hampa
Tapi hatiku
Hatiku tak mampu memulai
Hatiku masih pada masa peralihan
Dari masa trauma pada jatuh hati
Maka kubiarkan hatiku mengagumimu dalam diam
Tapi mataku tak dapat menipu
Sesekali kupandang dirimu
Dari kejauhan
Kau begitu menarik perhatianku
Sederhananya, aku yang mulai memperhatikanmu
Seperti pencuri yang berhati mulia
Ingin mengambil yang bukan miliknya
Tapi tak ingin orang lain dirugikan
Kupernah mencintai dalam diam
Tapi berbeda dengan dirimu
Sebab mencintaimu dalam diam tak menyakitiku
Sebab melihatmu saja sudah menenangkan hatiku
Hingga tiba saatnya,
Hatiku tak dapat tertahan lagi
Kuingin kau tau bila cintaku ada
Meski kutau saat itu mustahil untuk dikatakan
Hari berlalu hingga saatku mengenalmu
Saat kumulai melihat duniamu
Saat hadirmu mulai berarti bagiku
Kau ada disana untukku
Menantiku, merindukanku
Mengejarku, memilihku
Senyummu membawa cerita
Tawamu memberi kebahagiaan
Bersamamu kumelihat dunia dalam dimensi yang berbeda
Tak dapat kusangkal
Memang kita jauh berbeda
Tapi itu tak menggilangkan perasaanku padamu
Saat kusadari kau kini milikku
Dan kini aku milikmu
Tiap waktuku bersamamu melebihi sebuah permata
Begitu berharga bagiku
Semua berawal dari tatapku
Hingga ku jatuh hati pada duniamu
Kau bagai candu dalam hidupku
Hangatnya pelukmu menenangkan jiwaku
Rasa sentuhan jemari tanganmu begitu kuingat
Wangimu mampu meluluhkanku
Cium manismu yang mendarat di pipiku
Mampu memberi semangat baru
Semua begitu indah saat hadirmu
Bersamamu, tak ada keraguan padaku
Semua keajaiban ini
Mulai menyihirku
Sejak semua kisah
Berawal dari sebuah tatap
Kekasihku, hanya dirimu
Komentar
Posting Komentar