Berdua Saja
Kisah ini berawal dari panggilan malam
Yang kala itu rela menjemput kelam
Sebab ada rasa yang kucoba redam
Sampaikan padanya malam, cintaku takkan padam
Sampaikan padanya malam, matanya menakutkan
Seolah jiwanya memandang dan mempertanyakan
Bintang malam serukan perhentian
Agar dia diam dan jangan lagi meragukan
Sentuhannya ketika membelai rambutku
Lembut tangannya ketika menepuk lembut bahuku
Membuat tubuhku semakin membeku
Seolah dialah jawaban dari segala ragu
Lugunya sederhana menghibur
Gejolak hatiku kian berkabur
Bayangannya mencuri dengan teratur
Perlahan aku hanyut hingga tersungkur
Ingin rasanya ku berlari mendekapnya erat
Tak terlepas meski sekarat
Sandaranku adalah bahunya yang hangat
Tetap berkabung meski hanya sesaat
Aku rasa aku beruntung memilikinya
Memang bukan seutuhnya
Namun setidaknya bukan dalam dunia maya
Aku bermimpi persahabatan ini segala-galanya
Berandang pula wanginya meraki
Ingin rasanya aku mengecup pipi
Yang garis meronanya dia miliki
Meski peluknya hanya dalam sebuah mimpi
Maafkan rindu yang merajalela
Tak kenal keadaan dan mulai menggila
Dari seorang perempuan yang adalah pemula
Namun sayangnya terbilang sani dan nirmala
Sampaikan padanya malam, jangan dia ragu sayang
Bila isi hatinya kau lihat juga sekarang
Katakan padanya panggil aku sayang
Maka aku yakin dia tak juga bimbang

Komentar
Posting Komentar