Dingin Malam di Bulan Juli
only you know what you've truly been through.
Dengungan malam itu begitu terasa
Hanya aku sendiri tiada yang lain
Selain kesah, dan keluh yang mendesah
Semalaman pikiranku terjaga
Berkelana memanggil menari
Menjelajahi setiap sudut jiwaku yang sepi
Sudah kubilang jangan berseri
Ketika ada yang datang menghampiri
Sebab hadirnya hanya menepi
Bukan untuk ditinggali
Lalu pikiranku semakin abstrak
Tiba dalam keluh sakitnya hidup
Mengapa hariku tak kunjung sembuh
Mengapa sesak ini tak juga reda
Mengapa malam panjang ini begitu fana
Beban pundakku terlalu berat
Mematikan setiap syaraf dalam diri
Tubuhku serasa berada di liang kubur
Tak ada asa untuk berbagi pilu
Katanya Tuhan akan menjawab semuanya
Entah dosakah yang meyelimuti aku
Sebab takut ini tak henti berdebar
Belati ini membuatku berdarah
Gemetar setiap kali melihat panah
Cangkang setebal ini tampaknya memang mulia
Menutupi mimpi yang perlahan mulai memudar
Ditanya mengapa kamu berhenti?
Katanya jiwaku dambaan hati
Biangnya jiwaku tak ingin tenggelam
Sani diriku tak mampu kau pandang
Celah bulan malam itu tampak samar
Meski tak selebar senyum yang ku tebar
Bayanganku berdiri nampak jelas
Walau cedera ini tak juga reda
Entah peluk siapa yang jadi penawar
Masih aku sendiri malam itu
Bersama cedera dan rindu yang menggila
Jantung hatiku sedang membeku
Bersama dingin malam di bulan Juni

sini peluk
BalasHapusgimana aku mau peluk nama aja di unknown
Hapus