Swastamita
![]() |
| Jiwanya haus akan kebebasan & pandangannya mampu memenjarakan pendapatnya sendiri |
Langit sore itu masih belenggu
Ragu memandang namun tersenyum malu
Sebab ada rindu yang kucoba redam dalam setiap percakapan
Pada sang sahabat yang garis rona pipinya tampan menawan
Sang sahabat lelaki yang begitu sederhana, klasik, punya pesona
Sabdanya mampu melepaskan segala risauku
Kelam malamku memudar saat dirinya disampingku
Dia bukan seorang yang populer dan bukan pula seorang seniman kata-kata
Lakunya penuh eunoia, menawan, menenggelamkan suram
Hadirnya melukis lebar rona dipipiku
Mata coklatnya membawa pandangan misterius
Menyampaikan bahasa yang mungkin tak seorangpun berani meramalkannya
Pikirannya penuh pengetahuan yang terolah hasil kehausan akan fakta dan opini dunia
Jemarinya begitu calak
Mampu menggenggam penuh rasa percaya
Tangannya mudah berkeringat, terkadang gemetar
Namun mampu memeluk hangat hingga hilangkan penat
Bahunya tak ragu menjadi sandaran hingga raga terlelap
Namun dibalik segalanya, terkadang pikirannya dipenuhi kecemasan
Jiwanya haus akan kebebasan dan pandangannya mampu memenjarakan pendapatnya sendiri
Imajinasinya liar, penuh khayalan
Mimpinya buas, pertanda dirinya sedang berlari menggapai lamunan
Seringkali ia menutup diri dari dunia
Namun seperti senja yang tak pernah terlambat menjemput malam
Sani rupanya tak pernah pudar meraki
Sahabat lelakiku
Sang eunoia
Sang Swastamita

Komentar
Posting Komentar