mengapa yang pertama?π
ketika cerita baru saja dimulai
bunga tidak mengenal lebah
begitu pula lebah tidak berangan pada bunga
ia terbang melintasi udara di bawah terik matahari
penuh dengan ancaman namun dengan pasti melambung
hilang dari pandangan dan terus berkelana
lebah beranjak dewasa tak peduli kata dunia
bertemu pada bunga hijau dan saling bermesra
asmara membara hingga tanpa peringatan dibuai rasa malu
kemarahan menyelimuti mereka hingga pergi perlahan dan menghilang
berkelana dibalik hujan sang lebah mengenali bunga biru
sebatang bunga penuh kasih penuh rasa tersipu
saling mengenal dan terlatih dalam keras dan lembut
berdua saling bertukar derma penuh makna
namun bunga biru menutup diri dan meninggalkan
tanpa berkata apa-apa telah segan mengenal lebah
keduanya saling berpaling walau buku baru saja dimulai
enggan mengenal macam bunga yang lebih tinggi dari kebanyakan
lebah mencari bunga rendah dari sekian rata-rata ketinggian
bertemu pula dengan bunga hitam
di waktu yang tidak tepat walau begitu keduanya tetap berhasrat
gairah mereka membangkitkan detak jantung yang kuat
membara namun kehilangan arah dan asanya
embun bahkan tak sempat menyapa
walau luka saling dirasa, ter hiraukan oleh kasihan penuh iba
kali ini lebah sudah tahan, ingin saja rasanya melepas bunga hitam
sebab gelapnya membuat lebah kecil kehilangan dirinya
ia berpamitan, dan pergi meninggalkan bekas luka batin pada bunga hitam
lebah tak ingin lagi mengenal bunga-bunga mana pun
sejatinya dia tak sempat mengenal dirinya sepenuh hati
sebab selama ini selalu menjadi yang pertama bagi bunga-bunga
penuh kecupan namun tidak mengagungkan
lebah merasa ingin terbang kembali
menjelajahi alam dalam berbagai cuaca
dalam hujan diterjangnya, dalam terik dinikmatinya
bahkan badai pun tak menjadi halangan
sang lebah tetap merasa sempurna walau hati pernah terluka
jarum kecil yang pernah melukai sayapnya tak dibiarkannya menancap
lebah menikmati saat berkembang menjadi lebih kuat
hingga bertemu dengan bunga putih penuh hati semurni suci
saling berkisah dan bercerita dalam sedih dan malang
perbedaan keduanya tampak bagai benang merah
namun tak menutupi sang bunga putih dalam menyanjung sang lebah
menjadi penggemar pun tak tertutupi, sang lebah bagai buku terbuka
saling berada, melukis cerita dan cinta
hitam putih dunia terbagi bagai semesta saling percaya
berkelana keduanya mengikat janji semata
dalam aroma dan karsa serta selera melintasi frekuensi yang sama
gairah mereka tersampaikan pada hubungan saling menguntungkan
sang bunga putih dibantu penyerbukan oleh sang lebah
sementara lebah dapati hisap nektar murni penuh rasa
namun ragu menyelimuti sayap lebah dan kelopak bunga putih
saling mendekat namun membuat keduanya berdarah putih
jangan lagi terjadi pikir lebah
tak ingin terlepas pikir bunga putih
namun waktu menjawab segalanya dan melepaskan balon putih
tak mengira walau paham akan pula terlepas
genggaman itu lepas dan meninggalkan luka merah pada keduanya
tak lagi ingin terbang kata lebah
tak lagi ingin mekar kata bunga putih
cerita getir menyayat sang lebah
terheran dalam waktu begitu lama
dirasa penuh sakit ia terus tenggelam
tak lagi hendak merasakan madu
indra perasa hilang hasratnya
biar saja semesta mencobainya
ia hendak tinggal dalam sarangnya
tanpa lagi perlu mengenal bunga-bunga yang dulu dipercayanya
lepaskan saja rasa itu, jangan lagi menjadi yang kesenian
walau heran mengapa bunga selalu menjadi yang pertama?

Komentar
Posting Komentar