Spotify Playlist

Wikipedia

Hasil penelusuran

Translate

Melaungkan Afeksi Maya


by Rininta Sitohang


Sirna rabun memandang
Berandang sudah pupil ini
Aliran syahdu kala mata bertemu
Keduanya bercakap yang tak terucap
Gerakanmu tampak calak
Hatimu yang lembut menggoda sederhana
Tatapanmu begitu mendampingi
Kata-katamu melempar rindu
Memanggil hatiku yang berteriak
Mungkin aku meluap kembali
Gugup aku ketika tak jauh diriku dari langkahmu
Hingga jantung ini memompa begitu cepat
Sampai bibir ini tak mampu bersabda
Tentang nyaman yang mengundang rasa
Segala sandi tak mampu terserap
Oleh tulusnya hatimu yang lugu
Namun beri aku sedikit luang
Untuk sekedar meluluskan sang afeksi
Yang mungkin juga kau rasakan
Namun tak sempat tersampaikan
Pesonaku pada dirimu
Bukan sekedar kagum yang menggebu
Namun lamunan tentang fantasi dunia nyata
Pikiran yang penuh reka-rekaan
Maafkan imanjinasiku
Yang menatapmu begitu dalam
Sebab benang putih sudah sirna
Memangku kenyataan yang rabun
Entah batinku yang menyadari
Atau mungkin detakmu juga menerima
Aliran asmara yang tak mampu kukata
Maafkan lenganku yang bisu
Hanya mampu melukis kata
Pada secarik kertas putih yang kusut
Penuh bekas guncangan tanda jantungku bergedup
Bila kata tak mampu engkau terima
Beri aku kesempatan menyuarakannya
Meski bila darahku harus tertuang
Dalam lingkup bidang yang semakin meluas
Sani memang dirimu ini
Mengundang nyaman dengan sapaan
Teguranmu kala malam itu
Saat bintang menyinari semesta
Dekapanmu kala pagi itu
Saat keramaian sirna tertelan suasana
Kenyamanan terbangun dalam balutan rasa
Mungkin tidak kau sadari
Bila nyaman menimbulkan rasa
Rasa abstrak yang berwarna
Bagai senja yang tak mampu menyapa fajar
Bagai inti bumi yang tak dapat menyentuh gunung
Kusampaikan padamu dalam puisi ini
Biarlah mereka kata kau begitu kaku
Namun kutahu hatimu selembut sutra
Pandanglah pupilku ini
Yang semakin membesar saat memandangmu
Sebab mata tak dapat menipu
Sejauh mana jiwaku merasakan jiwamu
Bacalah batinku
Dengarlah balasku
Yang tertuju hanya pada dirimu
Kekasih khayalanku

Komentar