Langsung ke konten utama
Unseen feelings

Aku sering merasa sepi. Sunyi. Sendiri.
Tanpa suara sampai aku tertidur. Dan pikiranku yang tersimpan sering
mengganggu. Bayangan tentang masa depan yang menegangkan. Terkadang gelap,
sampai aku takut memandang masa depanku. Entah apa yang ada di dalam benakku. Aku
pun sendiri tak tahu. Tapi entah mengapa, tiba-tiba bayangan sosoknya datang. Mengiang.
Bayangan sosok lelaki tinggi yang berkulit kecoklatan, dengan deretan gigi
putihnya yang pernah tersenyum padaku, matanya yang mendampingi, kata – katanya
yang membangun, hatinya yang lembut menggoda sederhana, seindang memandangnya. Dan
aku melihat yang tidak dilihat orang – orang padanya. Saat orang lain
menertawakannya, mungkin aku satu – satunya yang tertawa dan tersenyum dengan
pesona. Aku dapat melihat itu. Bukan mencoba memiliki ataupun memikat. Ini bukan
pula menarik atau memaksa hatinya melihatku, namun sekedar kagum yang
tersimpan. Mungkin kau tak akan pernah membaca ini, atau bahkan memahami gerak –
gerikku. Tapi aku merasakan kekaguman, untuk kedua kali dalam hidupku. Namun kusadari
aku tak mampu, tak mau, tak bisa memulai. Tak tahu pula bila kau suatu saat
akan menjadi seutuhnya milik-Nya. Letakkan tanganmu disana, berjuanglah,
biarkan bila hatimu merasakan aku yang akan datang sendiri padaku.