pergi dan pulang?π
entah apa yang merasuki benak penuh sepi dan lara ini
ada pedih dalam yang menyelimuti setiap kedip mata coklat itu
timbul ketakutan namun gelora baru yang mendasari setiap detik pertemuan
waktu mempertemukan namun ada kegetiran dalam hati yang menjerit sakit
bagai kendaraan yang melaju melampaui lampu merah
tanda paling terang pun diabaikan
seakan ada keistimewaan lain dibalik sedih dan tangis yang ditahan
penuh amarah namun hanya dapat terdiam tak berkata
lidah seakan kelu tak ingin mengatakan apa yang dirasa
atau pikiran yang terlintas dibalik dekap tentang rindu dan rasa
bagai benang merah dibalik serat kain berwarna putih bersih
terlihat namun tak tampak
bukan kesalahan maupun ketidaksengajaan
jangan memburu yang belum menjadi musuh
tenangkan pikiran dan kehausan semata
belum berkisah sepenuhnya maka lepaskan saja bulir itu
sendiri mungkin waktu paling tepat untuk berperasaan
tidak berbagi adalah waktu paling jelas untuk berekspresi
walau pikiran menginginkan yang baru
tapi hati hendak berlari mengitari dunia pribadi tanpa siapa pun
dunia ini terlalu fana untuk menikmati segala isi dan ciptaan
lebih baik tenggelam dalam jurang yang diciptakan sendiri
dari pada berlari namun kaki berlumur darah lagi
berhentilah
tahan langkahmu
kalau mungkin kejujuran melampaui hati
dan bukti tersampaikan dalam perilaku
amarah diri tak akan lama tertahan
namun juga siap berlabuh sendiri
dalam diri
penuh percaya diri
pulang
di mana pun istilah rumah itu ada
Komentar
Posting Komentar