perjalanan sang mulia🌟
sebuah pertanyaan yang mencekam siang
terang yang terik menjadi mendung dan sendu
air mata tak mampu menahan perih
hingga dalam perjalanan pun terasa sesak
isak yang tertahan sampai bertemu sang raga
tubuh yang lemas dan berpakaian hitam legam
deras air mata tak lagi mampu dibendung
lepas semua kekuatan diri dan tertunduk
hanya isak yang terasa perih memandang sang raga
senyum pudar dari tubuh yang lunglai
raga yang tenang namun nyawa telah hilang
berhenti pada penantian yang melintasi garis akhir
entah sejak kapan raga melemah
sang mulia tak pernah mengungkapkan
atau bahkan sekedar mengeluhkan
segala perih dilahap sendirian
perasaan bersalah melingkupi diriku
sang murid yang tak terlalu memperhatikan
bahkan pada pertemuan terakhir yang tak disengaja
menjadi tanda yang dihiraukan hanya karena tak ingin meyakini
hingga yang paling ditakutkan terulang kembali
langkahku tertahan dalam perjalanan yang panjang
hingga petang kembali pulang
membawaku pada peristirahatan sang mulia
dalam rumah duka yang bising oleh isak hebat
sang mulia bagai malaikat bagi banyak insan
merasa kehilangan sang guru dan pendengar yang bijak
tak terhitung pertolongan mulia dari raga, hati dan pikirnya
sekedar ada pun begitu berarti apalagi segala pesan baiknya
tangis meledak pada detik kotak pemakaman tertutup rapat
membawa sang mulia pada pendaratan terakhirnya
ragaku didekap tenang kala tangis menggebu
memohonku ikhlas merelakan yang terkasih
nafasku terasa mencekik begitu penglihatan mencerna kenyataan
memanggil nama sang mulia yang tak lagi mendengar suaraku
perjalanan singkat pada malam itu begitu ramai pengantar
tanda sang mulia begitu terkasih bagi banyak manusia
ritus suci pun didaraskan guna mengantarkan sang mulia
pada peristirahatan terakhir dalam liang paling timur
doa - doa bergeming dalam hati para pengantar
mengharapkan ketenangan dan kerelaan yang terkasih
hari itu begitu panjang dan kelam
penuh tangis yang meledakkan kengerian
mempertanyakan kembali pertanyaan fenomenal
mengapakah yang terbaik yang berpulang dahulu?
bagai pepatah Sang Pencipta memetik bunga yang telah mekar
tanda sang mulia telah menyelesaikan sebuah perjalanan mulia🌟🌟

Komentar
Posting Komentar