tentang luka🖤
Mengapa
dunia begitu
pelik
Harapan
bagai sesuap daging bagi para pengemis
Kehilangan
yang disayang begitu melemahkan diri
Sebab
hari-hari hanya dipenuhi rindu berkepanjangan
Tak
ada lagi tawanya yang menghibur
Apakah
seperti ini rasanya setengah mati?
Raga
yang hidup dengan perasaan yang meninggal
Akankah
hidup penuh ujian ini punya syarat kelulusan
Untuk
suatu saat merasakan lagi kepuasan penuh syukur
Hari
berlalu bagai jantung yang berdetak
Seiring
waktu bergerak masih bernyawa
Menanti
peristirahatan di akhir hayat
Waktu
yang tak pasti namun akan datang juga
Di
dalam kelumpuhan lidah nan kelu
Tersimpan
perkataan dan ucap yang ditahan
Untuk
sekedar menjaga diri dari luka yang baru
Diri
semakin menutup hati dan meninggalkan percakapan
Tak
ingin terlihat atau bahkan tersebut
Ingin
rasanya hilang tanpa disadari sekitar
Bukan
untuk menguji keadaan, hanya berlari sementara
Perasaan
heran, linglung takt tahu arah
Bingung
ke mana kaki harus melangkah
Di tengah
kesibukan hari harus bertopeng yang terbaik
Tak
terdeteksi bilamana hati membusuk penuh limbah
Jangan
Jangan
lagi berdiri sendiri
Pada
pertarungan yang tidak ada pemenangnya
Sebab
hari esok masih menanti
Para
terkasih masih mengharapkan
Biarkan
akhir bumi yang menghabiskan sisa daging para pendosa
Hingga
melebur dan terkubur dalam tanah berlumur darah
Maka
tak ada lagi luka dalam dunia baru
Hanya
akhir yang menyingkirkan tentang luka
Komentar
Posting Komentar